:: pages

Blog ini sudah tidak aktif, silakan kunjungi website ini.

Thursday, May 23, 2013

Trading is Not a Puzzle



Trading itu tidak seperti menyelesaikan puzzle dimana setiap kepingnya akan menempati posisinya masing-masing sehingga akan terbentuk sebuah gambar yang sempurna... atau mengisi teka-teki silang dimana semua pertanyaan akan terjawab dan tidak ada lagi kotak-kotak jawaban yang kosong. Pada saat itu kita tahu bahwa pengerjaan puzzle ataupun teka-teki silang sudah selesai. Sempurna! Perfect!

Dunia trading tidak mengenal kata "Perfect". Karena nilai sebuah keberhasilan trading tidak dilihat dari prestasi atas sebuah performance tanpa cela alias zero-loss, tapi keuntungan berkesinambungan dari waktu ke waktu...

Wednesday, April 10, 2013

Money Management



Money management (MM) adalah salah satu faktor penting dalam dunia trading selain keahlian dalam menganalisa maupun faktor psikologis. MM tidak hanya masalah pemilihan leverage, penggunaan lot, penetapan Stop Loss (SL) dan Take Profit (TP)... itu semua hanya untuk mendapatkan profit.

MM yang baik seharusnya tidak hanya untuk mendapatkan profit, tapi juga mampu menjaga profit yang sudah kita peroleh agar tidak hilang lagi.

Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah
- Jangan melakukan open position (OP) terhadap beberapa pair yang berlainan dalam waktu yang bersamaan
- Jangan melakukan beberapa OP terhadap pair yang memiliki currency yang sama secara bersamaan
- Lebih baik menggunakan lot kecil untuk beberapa posisi daripada lot besar tapi hanya untuk satu posisi
- Jika anda sudah mendapatkan profit, maka usahakan posisi berikut memiliki SL lebih kecil dibanding profit yang sudah anda dapatkan

Selalu ada jalan... masalahnya adalah mau atau tidak menjalankannya.

Tuesday, April 9, 2013

Chart Talks



Chart emang gak bisa denger... tapi bukan berarti dia gak bisa ngomong. Chart talks! Ego kita yang membuat kita jadi terlalu sombong dan merasa bahwa kita mampu menaklukkan market sehingga kita gak pernah mau dengerin apa yang sudah “disampaikan” oleh chart.

Tuesday, April 2, 2013

Kejarlah Daku, Kau Kutinggal...


Trading itu jangan kayak supir angkot ngejar setoran, karena kalau angkot ngejar setoran akibatnya jadi grusak-grusuk, gak sabaran, terus... dinaikkinnya juga jadi gak enak, karena tiba-tiba ngebut karena takut penumpang di depan diambil angkot lain, tapi bisa juga tiba-tiba ngerem mendadak karena liat ada calon penumpang yang tiba-tiba melambaikan tangannya... Belum lagi kalau pas kena macet, karena gak sabaran akhirnya penumpang disuruh turun dan dia puter balik... itu juga muter seenaknya...

Gitu juga dengan trading, jangan begitu liat harga naik langsung Buy... begitu ternyata harga turun.. panik, buru-buru di-closed... terus langsung open Sell... ternyata harga balik naik lagi... panik lagi... di-closed lagi... loss lagi...

Karena ngrasa salah melulu di pair A, coba pindah ke pair B dengan hasil sama saja.... Sampai di sini biasanya emosi mulai naik...

Akhirnya pindah ke pair C. Karena udah loss banyak dan emosi udah ikut campur... akhirnya OP berdasarkan dendam, pingin buru-buru balikkin duit yang udah loss... biar cepet balik, lot di-double... Analisa udah semakin kacau, udah gak peduli lagi yang namanya trend, retracement, ranging... pokoknya kemana arah harga bergerak dikejar, tapi seperti yang udah-udah... akhirnya malah ditinggal harga berbalik arah... di Buy... turun, di Sell malah naik...

Trading itu...... mending seperti supir taxi dengan trayek Airport... Nggak capek, nggak stress, nggak grusak-grusuk, berangkat tinggal nunggu giliran, trayek jelas, pemasukkanpun lebih gampang ngukurnya...

Enjoy the ride...


Monday, April 1, 2013

Respect the Ocean, Respect the Market


Market itu seperti lautan, bergerak terus setiap hari sepanjang waktu... dari gelombang kecil, sedang sampai gelombang besar. Sebesar apapun gelombangnya, laut tidak diciptakan untuk membahayakan kita jika kita mau dan mampu untuk "memahami dan menghormati" lautan sebagaimana diciptakan.

Hanya orang yang memahami dan menghormati yang bisa menikmati gelombang lautan.

Bersahabatlah dengan market, maka anda akan dapat menikmati gelombang naik turunnya harga.

Enjoy the ride... and make money out of it!

Saturday, March 30, 2013

Reversal



Reversal itu ibarat kita sedang berkendara, sama dengan putar balik atau dikenal juga dalam bahasa Inggris dengan kata U-Turn dimana jarak atau haluan yang kita ambil pada saat berbelok tergantung dari besar kecilnya kendaraan yang kita gunakan, mengingat U-Turn ini membalikkan arah kendaraan kita 180 derajat.

Kita akan dengan mudah melakukan putar balik jika kita menggunakan sepeda ataupun motor, tapi tidak dengan mobil apalagi dengan menggunakan truk ataupun bis! Semakin besar kendaraan yang kita gunakan maka akan semakin besar haluan yang kita butuhkan yang berarti akan membutuhkan space atau area yang lebih luas. Karena semakin besar kendaraan berarti semakin besar pula tingkat kesulitannya, maka waktu yang dibutuhkan pun juga lebih lama.

Begitu juga dalam dunia trading. Banyak yang melakukan open position berlawanan dengan trend karena menganggap bahwa trend sudah berakhir dan saatnya untuk reversal, akibatnya banyak posisi yang terseret-seret oleh pergerakan harga karena melawan trend. Celakanya lagi... banyak yang melihat ataupun menganggap reversal terjadi di time frame kecil (15M - 4H).

Reversal atau perubahan trend tidak terjadi dalam hitungan menit ataupun jam.... tapi bisa membutuhkan waktu beberapa hari atau bahkan beberapa minggu. Reversal yang terjadi di time frame kecil terutama 15M - 1H bisa jadi hanya merupakan retracement dari major trend yang sedang berlangsung.

Jadi... jika anda trading menggunakan time frame kecil dan berpikir untuk melakukan open position berlawanan dengan arah trend karena menganggap trend sudah berakhir... maka ingatlah bahwa perubahan trend tidak terjadi dalam hitungan menit ataupun jam... lihatlah di time frame yang lebih besar (minimal Daily), anda akan melihat betapa alot, susah dan lamanya sebuah trend berakhir... sama halnya dengan sebuah truk ataupun bis yang akan berputar balik...



Wednesday, February 13, 2013

Slow and Steady Wins the Race


One thing I firmly believe in is that Forex trading success is largely a result of the quality of the trades you take…not the quantity of trades you take. By simply reducing the frequency with which you trade, you will simultaneously improve your odds of succeeding over the long-term. You need to understand and accept the fact that 2 or 3 quality trades a month is going to put you much further ahead than 20 or 30 emotion-fueled impulse trades a month…no matter how good it makes you feel to take them.

Remember, the tortoise won the fabled race because he was slow and consistent, instead of fast and full of emotion like the hare…

Source

Tuesday, February 5, 2013

An Inspiring Story - The Story about Little Johnny

 

Little Johnny is always being teased by the other neighborhood boys for being stupid. Their favorite joke is to offer Johnny his choice between a nickel and a dime -- Little Johnny always takes the nickel.

One day, after Johnny takes the nickel, a neighbor man takes him aside and says, "Johnny, those boys are making fun of you. Don't you know that a dime is worth more than a nickel, even though the nickel's bigger?"
 

Johnny grins and says, "Well, if I took the dime, they'd stop doing it, and so far I've made $20!"

Source

Tuesday, September 11, 2012

An Inspiring Story - Trading Should be as Simple as It Is

Dr Joe arrived at the pit before opening time and saw all the floor traders congregated together in a meeting. He saw this as strange as he thought they were out and out competitors with each other.

What he saw in the first 15 to 30 minutes he would never have believed even if his best friend had told him. At the open, the overnight trades, which were long positions, were put through but he detected the traders entering them were giving signals to the other traders. After the orders were put through there was “nothing” – they just waited to see how the market reacted to those orders.

He then observed what he thought were illegal practices but later learned it to be what actually goes on each and every day. During this “dead” time, the floor traders were reviewing their orders in the pipeline and then on a given signal, a group started selling followed by another group. Then when a certain lower price had been reached, another signal was given and the same groups then bought back amongst themselves. He later learned this was called “Running the Stops” and what they had done was found out where all the orders were, which were below lows, swing lows and elsewhere, and just driven the price down to fill them and take them out so that they had a clean order sheet! Not satisfied with that, they then collectively took the price back to where it opened!

After this and now with the market moving, orders started to come in and when a large order came in from a bank, fund or other large institution, the trader with the order gave a signal before entering it. After entering it, the traders went quiet again. They were looking to see how the market reacted to that order. When they saw more buy orders coming in, they just bought more and more and kept on buying until a signal from a trader that he had a large sell order. Again the sell order was entered and the traders went quiet as they waited for a reaction from the market. He learned that the floor traders were waiting to see whether the sell order was going to be accepted as profit taking or full blown shorting. He said this went on all day long with the floor traders just “piggy-backing” on which ever way the market moved. He said he could see no skills or qualifications (other than being a whore – a very rich whore, he said) whatsoever in what the floor traders did.

On his way back to Houston, he thought about how to use what he witnessed to HIS advantage.

His first action was to throw out all his indicators, forecasts and technical analysis. He told me that there is no analysis, indicator or other program now or in the future, that can analyse or predict human behaviour and specifically, human emotions. He had seen for himself that there was nothing technical or logical in how the floor traders (now better known as Market Movers) traded and therefore any analysis or thinking from “off the floor” was an absolute waste of time.

His second action was how to beat “those whores” on the floor as he called them. He said he thought over just about every scenario imaginable and just as he was running out of ideas, it came to him. If you can’t beat, them join them although as a very devout and God fearing Christian, he didn’t think it was ethical. Unable to find another alternative, he decided he had no options left but to try and do, “off the floor” what they did on the floor.

From this came his very simple method:

Buy when it goes up and sell when it goes down.

He went on to make $millions doing this and I subsequently learned he passed away a very rich and contented man knowing that he had beaten the “whores” at their own game.

I learned all this in a few telephone conversations with him but he lost his patience with me when I still questioned his method. He wouldn’t answer my calls so I reverted back to faxes. Again, I can’t remember it word for word but I sent a simple fax saying:

“How do you know when to stop buying?”

On the same fax was his handwritten reply, “When it stops going up.”

So I wrote on it, “How do you know when it stops going up?”

His handwritten reply, “When it starts going down.”

So I wrote on it, “How do you know when it stops going up and starts going down?”

His handwritten reply, “When people start selling.”

After going round like this in riddles, I pleaded with him to “just give it to me straight”.

He sent a fax saying this would be his last communication with me and that if I didn’t understand how to buy when it goes up and sell when it goes down, I had no business trading.

His final paragraph was one which I ignored, like everything else he told me, until a couple of years ago when I realized what a dumb, stupid, arrogant, stubborn idiot I had been:

He said I would only be wrong twice using his simple method:

“Once when you buy at the top and once when you sell at the bottom.”

I just ignored this as a smart – ass answer but still tried to do what he said. Unfortunately, and as Sod’s law dictates, I tried to do it in a consolidation and lost on every trade which had me buying when I should have been selling etc.

I tried and lost again and then eventually lost my way in the quest for the Holy Grail in Indicator Land.

Now, with all my experience and thousands of lost $ behind me, the light came on!

My understanding of what he was telling me is this:

Buy when prices are moving up. Buy each retrace/dip. Keep buying until the last retrace becomes a trend change which is the one trade you lose on.

Sell when prices are moving down. Sell each retrace/rally. Keep selling until the last retrace becomes a trend change which is the second trade you lose on.

I have not traded like this as I have my own method/style now but on the look backs I have done it works very well. Obviously, the trendier the price, the better it works.

In my later communications with other floor traders, I told them about Dr. Joe and what he told me, and asked them if it was true. As you would expect, each and everyone vehemently rejected it as absolute rubbish.

Sometimes I wonder if old Dr. Joe was smoking something but then when I see those long legged neutral dojis before a significant move, I know he was right.

* Artikel di atas saya copy dari salah satu Forum

Sunday, September 9, 2012

Be Different - Trading Personality

Di dunia bisnis ada 3 hal yang bisa kita lakukan untuk sukses dalam bersaing diantara sekian banyak bisnis yang sudah ada..

1. Be the first
Kita harus mampu menjadi yang pertama dalam menciptakan suatu bisnis yang belum pernah ada sebelumnya, dengan demikian kita berpeluang untuk menjadi trend setter yang sekaligus akan membuka jalan untuk bisnis atau produk kita menjadi yang paling unggul
Contoh: Air mineral AQUA, Teh Botol Sosro

2. Be Better
Jika kita tidak bisa menjadi pelopor, maka kita harus mampu menjadi lebih baik dari semua produk atau bisnis sejenis yang sudah ada dipasaran.
Contoh: Friendster adalah yang pertama, tapi Facebook tampil lebih baik

3. Be Different
Jika tidak bisa menjadi yang pertama dan tidak bisa tampil lebih baik dalam persaingan bisnis, maka kita dituntut untuk mampu berinovasi untuk bisa 'tampil beda'. Tampil beda dalam hal ini bisa beda dalam hal produknya, kemasannya ataupun marketing strategy-nya.
Contoh: Produk Apple (iMac, iPod, iPad, iPhone)

Dalam hal ini saya tidak memfokuskan pada produk yang terbaik, tapi lebih kepada keberhasilan dalam berbisnis itu sendiri. Karena yang 'terbaik' itu relatif.

Sebagai contoh yang dapat kita lihat dalam kehidupan kita sehari-hari adalah begitu banyaknya tayangan iklan yang memproklamirkan produknya adalah yang pertama...... atau lebih baik...... atau berbeda dengan produk pesaingnya.

Begitu juga didunia trading. Suka atau tidak suka...... trading adalah bisnis, karena dengan memperlakukan trading seperti kita menjalankan bisnis-lah kita akan berhasil. Perlu diingat, bahwa definisi berhasil didunia bisnis tidak melulu tentang besar-kecilnya suatu usaha atau perusahaan, tapi lebih kepada berapa lama bisnis tersebut mampu bertahan, bagaimana usaha tersebut tidak hanya hidup tapi juga mampu menghidupi dan bagaimana bisnis tersebut berdampak kepada masyarakat sekitar ataupun masyarakat luas.

Sebuah kenyataan bahwa banyak perusahaan besar gulung tikar, tapi dilain sisi banyak usaha atau bisnis kecil yang dari 'fisik'nya terlihat seperti "hidup enggan - matipun tak mau", justru mampu bertahan puluhan tahun..! Dari sisi itulah saya menilai berhasil atau tidaknya suatu usaha atau bisnis.

Tapi bukan berarti saya menolak untuk 'menjadi besar'. Semua bergantung kepada kemampuan, yang penting mampu bertahan, mampu bertahan dan terus semakin besar usahanya?! Aamiin..!

Kembali ke 3 point di atas, bagaimana kita menerapkannya didunia trading?

Untuk menjadi yang pertama, jelas gak mungkin.... sudah ada jutaan orang melakukan trading jauh sebelum kita mengenalnya.... sementara untuk menjadi lebih baikpun bukan hal mudah, karena kita berhadapan dengan jutaan orang di hampir seluruh belahan dunia dengan sistem yang sudah teruji dan terbukti...

Lalu bagaimana dengan 'be different'?!
Itulah pilihan terakhir yang bisa kita terapkan untuk berhasil didunia trading.

Jika kita selalu 'mengekor' dengan sistem atau strategi yang sudah ada, bagaimana kita akan tampil beda?!

Setiap manusia adalah unik, mempunyai kesamaan sekaligus perbedaan. Karena by nature atau secara alamiah, kita sudah mempunyai perbedaan... maka seharusnya kita sudah mempunyai modal atau bekal untuk berhasil didunia trading... dengan cara "do it yourway"!

 Di dalam salah satu bukunya, Jared Martinez mengatakan:

- "People trade according to their personalities"

- "If you think your character will not have an effect on your trading outcome, you are grossly mistaken"

- "We bring our characters, our personal traits and habits to the trading table"

Dengan kata lain kenali diri kita sendiri terlebih dahulu sebelum kita (mencoba) mengenal market. Coba tanyakan hal-hal di bawah ini kepada diri kita sendiri.

- apa kelebihan kita? dan apa yang menjadi kekurangan kita?
- bagaimana sifat atau karakter kita?
- apakah kita pemarah? penakut? orang yang mudah panik?
- apa hal-hal yang kita sukai dan apa yang tidak kita sukai?
- bagaimana kita menyikapi permasalahan dalam hidup?
- apakah kita orang yang optimistis atau pesimistis?
- bagaimana cara hidup kita?
- bagaimana gaya hidup kita?

dan masih banyak lagi hal-hal yang bisa kita tanyakan pada diri kita sendiri.

Setelah kita "menemukan dan mengenal" diri kita sendiri, dari situlah kita mulai membangun sebuah  trading system. Misalnya Time Frame berapa yang sesuai untuk kita gunakan sesuai aktifitas kita sehari-hari? Pair atau produk apa yang sesuai dengan sifat/watak/karakter kita? Tipe trader apakah kita? Seberapa lamakah kita sanggup menahan posisi? Seberapa sabarkah kita untuk menunggu? Dll.

Dengan adanya 'trading personality' ini, kita akan mampu membangun sebuah trading system yang memang kita create untuk diri kita sendiri sesuai dengan sifat/watak/karakter kita... yang artinya kita 'bebas' dalam artian tidak ada belenggu atau hal-hal yang memberatkan kita dalam melakukan trading, karena semua aturan sudah disesuaikan dengan kepribadian kita.... tidak ada lagi ketidak cocokkan, semuanya sudah dibuat berdasarkan apa yang kita suka... dan jelas... system kita tidak akan sama 100% dengan system orang lain (walaupun kadang merupakan adaptasi dari system lain)... yang artinya apa?

Artinya kita tidak perlu bersusah payah menjadi orang lain dengan cara meniru dan menjalankan system mereka.... karena mereka adalah mereka dengan segala kelebihan dan kekurangannya, sementara kita adalah kita dengan segala kemampuan dan ketidakmampuan kita...

Saya pribadi percaya bahwa belajar dari kegagalan diri sendiri jauh lebih baik daripada belajar dari keberhasilan orang lain.

Winners don't do different things, they do things differently (Shiv Khera)

Why do we have to step on someone's paths if we can create ones?

Friday, September 7, 2012

Bosan nunggu di depan monitor?

 * Click image to enlarge

Ya... emang nunggu itu pekerjaan yang membosankan, apalagi nunggu atau mantengin monitor hanya karena pingin tahu kapan harga mencapai level tertentu, pingin tahu Pending Order udah kesentuh atau belum... atau udah TP atau belum....

Mungkin link ini bisa membantu.

Hidup itu terlalu indah untuk dihabiskan hanya di depan monitor....

Monday, September 3, 2012

Berapa pips bisa Anda peroleh setiap bulan?

Menurut Jared Martinez, jika anda bisa mendapatkan profit 200 pips tiap bulan, maka anda bisa hidup dari trading. Tapi jika anda bisa mendapatkan lebih dari 400 pips tiap bulan, maka anda sudah berada pada level 'financial freedom'.

Permasalahannya semua bergantung kepada berapa besar modal anda :)

What's the moral message behind this?

I do not expect any answer or comment to that question, apapun persepsi kita masing-masing, jadikan sebagai bahan renungan untuk mencapai hasil terbaik.

Monday, August 27, 2012

Simple Trade, Simply Profit

* Click image to enlarge

Mencoba sistem/strategi dengan modal $10. Setelah hampir 1 bulan, profit lebih dari 40%. Lebih dari cukup dibanding deposito di Bank :D

Friday, November 11, 2011

FIBONACCI (Part I)

FIBONACCI (Part I)

The Primary Numbers 0.618, 0.786, 1.27, 1.618
The primary Fibonacci numbers are the essential means to accurately
gauge price action and to identify potential trade opportunities. These
numbers are used to determine patterns as harmonic. The primary numbers
consist of: 0.618, 0.786, 1.27, 1.618. These four numbers should become
the basis for identifying any potential trade opportunity. A chart must be
considered harmonic, when price action is observed to reverse off these
numbers in a specific fashion. If price action “bounces” off these numbers,
you should assume that more harmonic action would likely continue.

The most important function of these numbers is that they are an
effective means of quantifying price action. By establishing certain areas to
study, it is possible to determine or “gauge” the state of price action and
define significant trading opportunities. Although price action often
exceeds the exact price level where the harmonic calculation completes, it is
very common for reversals to occur shortly thereafter. Therefore, it is
critical to examine the price action in the entire zone before determining the
validity of a trade. In many cases, the set-up may require several price bars
of consolidation before changing trend direction. In other instances, the
reversal may require only 2 or 3 price bars to completely test the pattern
completion point and validate the new trend. Despite these varied situations,
the focus should still remain on the price zone where the pattern completes.

0.618 Retracement
The 0.618 is an effective Fibonacci ratio that reveals a great deal
about the overall trend of a stock. The 0.618 retracement is the first area to
examine for potential support when price action is declining, and it is the
first area to examine for potential resistance when it is rallying. Channels
that develop with 0.618 retracements offer high probability trade set-ups that
have a low risk. Also, most technicians are aware of the 0.618 - or as they
like to tell the public, a two-thirds retracement. So, when a 0.618 reversal
has occurred, it is my opinion that a greater amount of technical traders
participating in that stock are aware of this price action. Hence, the 0.618
reversal point becomes an even more significant price point.

0.786 Retracement

0.786 is a very significant Fibonacci retracement.
When a stock is declining, it is a critical area for support before retesting the
initial bottom. When a stock is rallying and attempting to retest a recent
high, the retracement can act as significant resistance. The key to gauging
the 0.786 as a potential reversal point is to study the price action at the 0.786
ratio and assess the following move. The price action around the 0.786 can
provide substantial information regarding the potential future of a stock.
Although the 0.786 is relatively unknown in the investment industry, it is an
extremely effective gauge of a stock’s price action.

Saturday, September 12, 2009

Strate9y VS Pitchfork

* Click image to enlarge

Perbandingan perhitungan Resistance dan Support
dengan menggunakan Strate9y dan Andrew's Pitchfork

Monday, August 3, 2009

Wednesday, July 29, 2009

Channel

* Click image to enlarge

Enak juga bermain dengan channel,

sayang di Marketiva gak bisa otomatis nyambung, mesti ditarik manual.

Cpd...

Saturday, June 27, 2009

Price Movement Range (PMR)

* Click image to enlarge

Dalam waktu beberapa minggu ini, GBP/USD (GU) bergerak dalam range tertentu atau biasa disebut sideways. Kondisi seperti ini sebenarnya sangat menguntungkan bagi kita, selama kita tahu batasan resistance dan support-nya, terlebih lagi jika harga bergerak dalam range yang cukup besar seperti yang terjadi pada pair GU beberapa minggu ini yaitu sekitar 300-an pips.

Yang pertama harus kita ketahui adalah Price Movement Range (PMR) atau range pergerakan harga itu sendiri (High/Low). Setelah kita tahu kondisi tersebut, buat garis tengah diantara titik High dan Low.

Lalu anda akan lihat 2 area masing-masing di atas dan di bawah garis tengah. Di atas garis tengah merupakan area untuk melakukan sell dan di bawah garis tengah merupakan area untuk melakukan buy.

Open position dapat dilakukan baik secara manual ataupun melakukan pending order. Target profit juga dapat anda tentukan sesuai penghitungan resistance/support anda (tiap2 orang bisa berbeda) atau anda tentukan (fixed target) misalnya 100 pips per posisi, selama masih dalam area PMR.

Jika harga sudah bergerak di atas garis tengah disaat anda membuka platform trading anda, daripada anda mengejar harga dengan melakukan OP buy, lebih baik anda melakukan OP sell baik secara manual ataupun pending order. Begitu juga sebaliknya.

Trading dengan menggunakan PMR strategi dapat dilakukan dengan menggunakan Time Frame 4H sampai dengan 15M sesuai dengan trading style anda. Gambar sengaja saya gunakan time frame 4H agar dapat terlihat lebih jelas range pergerakan harganya.

Satu hal yang perlu diingat adalah anda harus mengetahui kapan masa sideways ini berakhir dan terjadi break out, agar anda tidak terjebak dalam posisi berlawanan dengan arah pergerakan harga.

It's fun, ain't it?

Saturday, June 13, 2009

Strate9y


Setelah melakukan pengamatan kurang lebih 5 bulan, saya melihat bahwa pergerakan pair GBP/USD (GU) bergerak rata2 (kurang/lebih) 1-2% (High/Low). Dengan kondisi tersebut saya mencoba melakukan penghitungan untuk menentukan level2 Resistance/Support (R/S) yang berlaku untuk 1 minggu atau 5 hari trading.

Penghitungan tersebut dimulai dari opening price pada hari Senin (setiap minggunya). Saya hitung 1%-5% dari opening price (ditambahkan untuk menentukan level R, dan dikurangkan untuk menentukan level S).

Sebagai contoh:
- opening price di hari Senin pada harga 1.5956
- kalikan: 15956 X 1% = 159.56
- tambahkan: 15956 + 159.56 = 16115.56
- maka level R1 adalah: 1.6115

- opening price di hari Senin pada harga 1.5956
- kalikan: 15956 X 1% = 159.56
- kurangkan: 15956 - 159.56 = 15796.44
- maka level S1 adalah: 1.5796

Begitu seterusnya sampai 5% keatas dan kebawah dari opening price. Angka 5% ini merupakan penghitungan dari 5 hari trading setiap minggunya dengan asumsi pair GU rata2 harga bergerak 1-2% (boleh dibilang jarang bergerak sampai 2%) setiap harinya.

Gambar di atas sebelah kiri merupakan kondisi harga pada hari Senin (08/06/09) dan sebelah kanan merupakan kondisi harga pada hari Sabtu (13/06/09) pada pukul 3.59 (closed market).

That's what I called "Strate9y".

Apakah cara ini berlaku terus setiap minggunya? Silakan anda coba sendiri... (gak maksa lho..!)

Anda suka cara ini? Silakan gunakan... Anda tidak suka teknik ini? Silakan tinggalkan....

Gitu aja kok repot!

Note:
- harga tidak selalu tepat menyentuh level yang sudah ditentukan, tetapi setidaknya membantu anda untuk mengetahui dimana harga akan berhenti
- teknik ini hanya untuk mendapatkan level2 R/S, bukan untuk "menebak" harga naik atau turun
- last but not least..., ya! teknik ini merupakan pengembangan dari teknik yang pernah dijabarkan oleh 'KG' di salah satu chatroom Marketiva