:: pages

Blog ini sudah tidak aktif, silakan kunjungi website ini.
Showing posts with label Technical. Show all posts
Showing posts with label Technical. Show all posts

Saturday, March 30, 2013

Reversal



Reversal itu ibarat kita sedang berkendara, sama dengan putar balik atau dikenal juga dalam bahasa Inggris dengan kata U-Turn dimana jarak atau haluan yang kita ambil pada saat berbelok tergantung dari besar kecilnya kendaraan yang kita gunakan, mengingat U-Turn ini membalikkan arah kendaraan kita 180 derajat.

Kita akan dengan mudah melakukan putar balik jika kita menggunakan sepeda ataupun motor, tapi tidak dengan mobil apalagi dengan menggunakan truk ataupun bis! Semakin besar kendaraan yang kita gunakan maka akan semakin besar haluan yang kita butuhkan yang berarti akan membutuhkan space atau area yang lebih luas. Karena semakin besar kendaraan berarti semakin besar pula tingkat kesulitannya, maka waktu yang dibutuhkan pun juga lebih lama.

Begitu juga dalam dunia trading. Banyak yang melakukan open position berlawanan dengan trend karena menganggap bahwa trend sudah berakhir dan saatnya untuk reversal, akibatnya banyak posisi yang terseret-seret oleh pergerakan harga karena melawan trend. Celakanya lagi... banyak yang melihat ataupun menganggap reversal terjadi di time frame kecil (15M - 4H).

Reversal atau perubahan trend tidak terjadi dalam hitungan menit ataupun jam.... tapi bisa membutuhkan waktu beberapa hari atau bahkan beberapa minggu. Reversal yang terjadi di time frame kecil terutama 15M - 1H bisa jadi hanya merupakan retracement dari major trend yang sedang berlangsung.

Jadi... jika anda trading menggunakan time frame kecil dan berpikir untuk melakukan open position berlawanan dengan arah trend karena menganggap trend sudah berakhir... maka ingatlah bahwa perubahan trend tidak terjadi dalam hitungan menit ataupun jam... lihatlah di time frame yang lebih besar (minimal Daily), anda akan melihat betapa alot, susah dan lamanya sebuah trend berakhir... sama halnya dengan sebuah truk ataupun bis yang akan berputar balik...



Friday, November 11, 2011

FIBONACCI (Part I)

FIBONACCI (Part I)

The Primary Numbers 0.618, 0.786, 1.27, 1.618
The primary Fibonacci numbers are the essential means to accurately
gauge price action and to identify potential trade opportunities. These
numbers are used to determine patterns as harmonic. The primary numbers
consist of: 0.618, 0.786, 1.27, 1.618. These four numbers should become
the basis for identifying any potential trade opportunity. A chart must be
considered harmonic, when price action is observed to reverse off these
numbers in a specific fashion. If price action “bounces” off these numbers,
you should assume that more harmonic action would likely continue.

The most important function of these numbers is that they are an
effective means of quantifying price action. By establishing certain areas to
study, it is possible to determine or “gauge” the state of price action and
define significant trading opportunities. Although price action often
exceeds the exact price level where the harmonic calculation completes, it is
very common for reversals to occur shortly thereafter. Therefore, it is
critical to examine the price action in the entire zone before determining the
validity of a trade. In many cases, the set-up may require several price bars
of consolidation before changing trend direction. In other instances, the
reversal may require only 2 or 3 price bars to completely test the pattern
completion point and validate the new trend. Despite these varied situations,
the focus should still remain on the price zone where the pattern completes.

0.618 Retracement
The 0.618 is an effective Fibonacci ratio that reveals a great deal
about the overall trend of a stock. The 0.618 retracement is the first area to
examine for potential support when price action is declining, and it is the
first area to examine for potential resistance when it is rallying. Channels
that develop with 0.618 retracements offer high probability trade set-ups that
have a low risk. Also, most technicians are aware of the 0.618 - or as they
like to tell the public, a two-thirds retracement. So, when a 0.618 reversal
has occurred, it is my opinion that a greater amount of technical traders
participating in that stock are aware of this price action. Hence, the 0.618
reversal point becomes an even more significant price point.

0.786 Retracement

0.786 is a very significant Fibonacci retracement.
When a stock is declining, it is a critical area for support before retesting the
initial bottom. When a stock is rallying and attempting to retest a recent
high, the retracement can act as significant resistance. The key to gauging
the 0.786 as a potential reversal point is to study the price action at the 0.786
ratio and assess the following move. The price action around the 0.786 can
provide substantial information regarding the potential future of a stock.
Although the 0.786 is relatively unknown in the investment industry, it is an
extremely effective gauge of a stock’s price action.

Saturday, September 12, 2009

Strate9y VS Pitchfork

* Click image to enlarge

Perbandingan perhitungan Resistance dan Support
dengan menggunakan Strate9y dan Andrew's Pitchfork

Monday, August 3, 2009

Wednesday, July 29, 2009

Channel

* Click image to enlarge

Enak juga bermain dengan channel,

sayang di Marketiva gak bisa otomatis nyambung, mesti ditarik manual.

Cpd...

Saturday, June 27, 2009

Price Movement Range (PMR)

* Click image to enlarge

Dalam waktu beberapa minggu ini, GBP/USD (GU) bergerak dalam range tertentu atau biasa disebut sideways. Kondisi seperti ini sebenarnya sangat menguntungkan bagi kita, selama kita tahu batasan resistance dan support-nya, terlebih lagi jika harga bergerak dalam range yang cukup besar seperti yang terjadi pada pair GU beberapa minggu ini yaitu sekitar 300-an pips.

Yang pertama harus kita ketahui adalah Price Movement Range (PMR) atau range pergerakan harga itu sendiri (High/Low). Setelah kita tahu kondisi tersebut, buat garis tengah diantara titik High dan Low.

Lalu anda akan lihat 2 area masing-masing di atas dan di bawah garis tengah. Di atas garis tengah merupakan area untuk melakukan sell dan di bawah garis tengah merupakan area untuk melakukan buy.

Open position dapat dilakukan baik secara manual ataupun melakukan pending order. Target profit juga dapat anda tentukan sesuai penghitungan resistance/support anda (tiap2 orang bisa berbeda) atau anda tentukan (fixed target) misalnya 100 pips per posisi, selama masih dalam area PMR.

Jika harga sudah bergerak di atas garis tengah disaat anda membuka platform trading anda, daripada anda mengejar harga dengan melakukan OP buy, lebih baik anda melakukan OP sell baik secara manual ataupun pending order. Begitu juga sebaliknya.

Trading dengan menggunakan PMR strategi dapat dilakukan dengan menggunakan Time Frame 4H sampai dengan 15M sesuai dengan trading style anda. Gambar sengaja saya gunakan time frame 4H agar dapat terlihat lebih jelas range pergerakan harganya.

Satu hal yang perlu diingat adalah anda harus mengetahui kapan masa sideways ini berakhir dan terjadi break out, agar anda tidak terjebak dalam posisi berlawanan dengan arah pergerakan harga.

It's fun, ain't it?

Saturday, June 13, 2009

Strate9y


Setelah melakukan pengamatan kurang lebih 5 bulan, saya melihat bahwa pergerakan pair GBP/USD (GU) bergerak rata2 (kurang/lebih) 1-2% (High/Low). Dengan kondisi tersebut saya mencoba melakukan penghitungan untuk menentukan level2 Resistance/Support (R/S) yang berlaku untuk 1 minggu atau 5 hari trading.

Penghitungan tersebut dimulai dari opening price pada hari Senin (setiap minggunya). Saya hitung 1%-5% dari opening price (ditambahkan untuk menentukan level R, dan dikurangkan untuk menentukan level S).

Sebagai contoh:
- opening price di hari Senin pada harga 1.5956
- kalikan: 15956 X 1% = 159.56
- tambahkan: 15956 + 159.56 = 16115.56
- maka level R1 adalah: 1.6115

- opening price di hari Senin pada harga 1.5956
- kalikan: 15956 X 1% = 159.56
- kurangkan: 15956 - 159.56 = 15796.44
- maka level S1 adalah: 1.5796

Begitu seterusnya sampai 5% keatas dan kebawah dari opening price. Angka 5% ini merupakan penghitungan dari 5 hari trading setiap minggunya dengan asumsi pair GU rata2 harga bergerak 1-2% (boleh dibilang jarang bergerak sampai 2%) setiap harinya.

Gambar di atas sebelah kiri merupakan kondisi harga pada hari Senin (08/06/09) dan sebelah kanan merupakan kondisi harga pada hari Sabtu (13/06/09) pada pukul 3.59 (closed market).

That's what I called "Strate9y".

Apakah cara ini berlaku terus setiap minggunya? Silakan anda coba sendiri... (gak maksa lho..!)

Anda suka cara ini? Silakan gunakan... Anda tidak suka teknik ini? Silakan tinggalkan....

Gitu aja kok repot!

Note:
- harga tidak selalu tepat menyentuh level yang sudah ditentukan, tetapi setidaknya membantu anda untuk mengetahui dimana harga akan berhenti
- teknik ini hanya untuk mendapatkan level2 R/S, bukan untuk "menebak" harga naik atau turun
- last but not least..., ya! teknik ini merupakan pengembangan dari teknik yang pernah dijabarkan oleh 'KG' di salah satu chatroom Marketiva

GU: Double Top?

* Click image to enlarge

Well, we will see :)

- Use it as your reference only
- Take your own risk
- Always trade wisely, chat nicely


- This is NOT a signal, anything goes wrong do NOT blame me

Saturday, June 6, 2009

Naik atau Turun?

Naik atau turun? Pertanyaan klasik yang sangat simple sebenarnya...

Tapi kenapa begitu sulit untuk dijawab?

Kesulitan dalam menjawab tidak hanya terletak pada ketidak pastian naik atau turunnya harga sebuah pasangan mata uang (walaupun akan lebih mudah jika kita melihat/menggunakan time frame besar), tapi pertanyaan tersebut sangat subyektif, baik bagi si penanya maupun bagi yang akan menjawab.

Let's see...

Jika harga dikatakan naik, ukurannya apa? Apakah sebuah candlestick berwarna putih (paltform Marketiva) di time frame 1H mengindikasikan bahwa katakanlah GBP/USD akan naik?! Dalam waktu 1-3 jam kedepan mungkin iya... Tapi bukankah harga bergerak terus selama 24 jam dalam 5 hari dalam seminggu?!

Jika pertanyaannya sekedar atau se-simple "naik atau turun"? Maka setiap orang akan dengan mudah menjawab sesuai dengan persepsi masing2 berdasarkan indikator/trend/candlestick yang ada di chart dengan time frame yang berbeda-beda.

Bagi yang menggunakan TF 1H akan mengatakan "harga naik", sementara yang menggunakan TF 4H mungkin menjawab "belum tahu, masih wait and see", lain lagi dengan yang menggunakan TF Daily atau bahkan Weekly, dengan yakin mereka akan menjawab "harga akan turun".

Jawaban yang berbeda-beda tersebut pasti akan membuat orang yang bertanya semakin kebingungan... (emang enak?!)

Hari Jumat lalu (05/06) sekitar jam 8 pagi seseorang bertanya kepada saya, "GU naik atau turun?" Dalam sepersekian detik saya bingung untuk menjawab, takut beda persepsi... Lalu saya tanya balik,"tergantung dari berapa lama anda akan hold posisi anda?!" Lalu dia jawab "kurang lebih sampai jam 3 sore". Ok, setidaknya saya sudah punya gambaran, berdasarkan TF berapa saya harus menjawab. Lalu saya katakan,"GU akan turun"... dan alhamdulilah bener.... hahaha... Kalau salah bisa jadi kambing hitam dan target hujatan massa lagi deh.... =))

Masalah ini sudah menjadi masalah yang sangat klasik, dan sudah pernah saya tulis dalam artikel Swinger, Day-trader atau Scalper?

Kalau anda serius ingin menjadi seorang trader dan berharap (pada akhirnya) trading menjadi sumber keuangan anda (baik itu bersifat investasi jangka panjang ataupun pendapatan bulanan), anda tidak bisa hanya bermodalkan simple question "naik atau turun?"

Lebih baik anda bermodalkan dana sebesar $5 ditambah dengan kemampuan membaca trend/menentukan titik resistance/support (dll.)... daripada anda bermodalkan $10000 ditambah dengan modal pertanyaan "naik atau turun?"
Small fund with greater knowledge is much better
than greater fund with little knowledge

Sebenarnya, untuk menghindari beda persepsi (yang bisa berakibat loss), masalah ini bisa dihindari.

Daripada sekedar menanyakan "naik atau turun?" Akan lebih baik jika pertanyaan tersebut dirubah menjadi "bagaimana saya bisa tahu harga akan naik atau turun?"

Maka jawaban yang ada menjadi sangat simple, yaitu: Observasi.

Sunday, May 31, 2009

GU is going to 1.68?!

* Click image to enlarge

Consideration:
- MA 12 and MA 26 are about to cross up
- Bollinger Bands are still wide open
- 1.68 is where the SMA 62 located (more/less)

Reconsideration:
- It appears on Weekly Time Frame, it means even if it hit 1.68, it'll take sometime
- The price has already hit MA 12 on Monthly Time Frame, it's possible that the price will rebounce
- Prediction is just a prediction, time will reveal

- Take your own risk
- Trade wisely, chat nicely

Saturday, May 23, 2009

The Power of Trend

2-3 hari terakhir banyak gossip yang mengatakan bahwa GBP/USD akan mencapai harga 1.6XXX.

Mengapa hanya berani/bisa mengatakan hal tersebut tanpa memberikan alasan atau analisanya?

Memang, kalau dikatakan bahwa GU akan mencapai level 1.6 sangat masuk akal, tapi kan bukan berarti dalam hitungan menit harga tersebut akan tercapai?! Akibatnya, banyak yang langsung melakukan transaksi buy dengan target profit 1.6XXX.... tapi disaat harga tiba2 turun lagi, langsung panik dan (lagi-lagi) menyalahkan orang yang memberi signal.

Sepertinya banyak yang melupakan teori "pantulan sebuah bola", bahwa untuk mendapatkan pantulan lebih tinggi, kita perlu lebih keras melemparkan bola tersebut ke bawah...

Bisa membaca arah trend pergerakan harga itu bagus! Tapi tahu kekuatan trend akan lebih baik.

Thursday, January 15, 2009

Candlestick(s)

Awal saya belajar trading, sempat ngobrol ama trader asal Canada yang udah memasuki level 'trading for a living' (duh..., lupa nama/nickname-nya). Dia bilang bahwa dia hanya mengandalkan bentuk candlesticks untuk melakukan open position maupun closing position.

Hmmm.... sounds easy and simple, ain't it?!

Dia menganjurkan saya untuk membeli buku "Japanese Candlestick Charting Techniques" yang ditulis oleh Steve Nison. Setelah saya check di amazon.com harganya lumayan mahal ($59.69) belum termasuk ongkos kirim. Di sini (Jakarta) sudah saya check ke beberapa toko buku besar nggak ada, kalaupun ada tentu harganya tidak jauh beda.

Saya coba cari informasi mengenai candlestick di internet. Setelah coba membaca dan mempelajari beberapa candlestick, akhirnya saya bingung sendiri.... Karena begitu banyak bentuk candlestick dengan perbedaan yang tidak terlalu mencolok sehingga agak sulit untuk mengingat bentuk dan maknanya (faktor umur kali, ya?!). Akhirnya saya pun berhenti mempelajari candlestick.

Setelah setahun kemudian, saya tergelitik untuk kembali mempelajari bentuk-bentuk candlestick ini. Emang gak mudah, tapi saya tahu dan yakin pasti ada jalan kalau kita berkemauan keras untuk melakukan sesuatu.

Akhirnya saya ambil kesimpulan bahwa dari sekian banyak bentuk candlestick yang ada (ratusan?), saya pelajari berdasarkan kebutuhan kita.

Dalam dunia trading hanya ada 3 kondisi, Bullish, Bearish dan Sideways; dan hanya ada 1 kondisi (yang paling penting) untuk melakukan open position, yaitu saat Reversal.

Dari kenyataan diatas, saya berkesimpulan bahwa yang paling penting kita ketahui adalah titik reverse dimana harga akan berbalik arah. Bukankah kita seharusnya membeli disaat harga rendah lalu berbalik naik dan sebaliknya menjual disaat harga tinggi lalu berbalik turun?!

Kesimpulan saya ini membuat saya memilah dan memilih bentuk-bentuk candlestick yang wajib untuk diketahui sehingga kita tidak perlu menghafal semua bentuknya. Yang saya lakukan sama dengan cara saya mempelajari indikator (baca artikel ini).

Dari chart Time Frame yang saya gunakan (Daily) saya amati setiap bentuk candlestick diharga tertinggi dan terendah, lalu saya cari (cocokkan) dengan materi candlestick yang sedang saya pelajari. Dengan cara ini maka anda akan mendapatkan bentuk-bentuk candlesticks yang sering terjadi pada kondisi reverse sehingga anda tidak perlu mempelajari dan mengingat semua bentuk-bentuknya. Sejalan dengan waktu maka "koleksi candlestick" anda akan bertambah dan akan lebih mudah untuk melakukan open maupun closing position.

Note:
Trading berdasarkan candlestick akan jauh lebih mudah dan efektif jika kita adalah swinger dan menggunakan Time Frame paling kecil TF Daily. Jika anda menggunakan TF Hourly, maka anda harus mengamati bentuk candlestick setiap jam untuk mengetahui arah pergerakan harga.

Saturday, December 6, 2008

Observasi

Seperti trader pemula pada umumnya, awal permulaan saya belajar trading, saya bingung bagaimana caranya menggunakan/membaca indikator. Belajar dari orang lain tidak mudah untuk mencernanya, bagi yang menerangkanpun juga sulit untuk harus menulis panjang lebar setiap kata yang harus dijelaskan (masih untung yang ngajarin sabar kayak Wison ;) :P )

Sering saya temui komentar "gak ngerti, gak mudeng, bingung, capek" disaat mereka dijelaskan tentang cara menggunakan indikator. Semakin bingung yang diajarin, semakin bingung pula yang ngajarin gimana harus jelasinnya.

Untuk mempelajari cara kerja indikator dibutuhkan waktu yang cukup (lumayan) lama, karena kita harus melakukan analisa sejalan dengan pergerakan harga, karena dalam perjalanan harga akan terjadi banyak kondisi yang akan kita temui. Misalnya, harga turun/naik drastis, naik/turun sedikit, masa konsolidasi, retracement, berapa lama masa-masa tersebut berlangsung dan masih banyak lagi kondisi pergerakan harga yang tidak mungkin bisa kita ketahui secara pasti dan langsung. Butuh waktu dan kesabaran.

Tapi sebenarnya ada cara yang dapat mempermudah dan mempercepat proses dalam mempelajari sebuah indikator, bahkan beberapa indikator sekaligus. Yang harus kita lakukan adalah observasi.

- pilih chart sesuai dengan Time Frame yang anda gunakan
- perbesar tampilan (window) chart anda (dengan semua indikator yang sudah anda set up) semaksimal mungkin sehingga tampilan periode atau waktu perjalanan harga bisa lebih lama/panjang
- jika perlu anda dapat melakukan zoom sampai dengan 75%
- click kanan pada mouse anda, lalu copy (untuk platform Marketiva), untuk platform lain bisa menggunakan tombol 'print screen'
- buka software image editing (Photoshop, Paint Brush, dll.)
- open file baru dan paste image yang sudah anda copy
- selanjutnya tinggal anda print out file tersebut

Dengan cara ini akan anda dapatkan perjalanan harga dalam rentang waktu sesuai dengan Time Frame yang anda pilih. Selanjutnya anda tinggal melakukan observasi terhadap cara kerja sebuah indikator (atau lebih).

Apapun kondisi market pada rentang waktu tersebut, anda tinggal melihat "bentuk, arah, jarak" atau apapun sesuai dengan indikator yang anda gunakan. Misalnya, disaat harga naik/turun drastis maka indikator Bollinger Bands akan semakin melebar, kalau indikator MACD sudah crossing maka dapat diartikan sebagai early warning akan pembalikkan arah harga, dan seterusnya sesuai dengan indikator yang anda gunakan.

Dengan cara ini juga anda dapat mempelajari cara kerja indikator dengan lebih efisien dan efektif. Disamping tidak membuat diri anda sendiri repot, juga tidak merepotkan orang lain tentunya :)

Good luck and have fun with your indicators!

Saturday, August 30, 2008

It's Fun, It's Fibonacci (pt. II)

* Click image to enlarge

* Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel Fibonacci

Setelah seminggu terakhir mengamati pergerakan harga di Time Frame (TF) 1 Hour* dengan menggunakan indikator Fibonacci, saya mulai dapat melihat sekaligus 'merasakan' ke arah mana harga akan bergerak dan di harga berapa harga akan berhenti dalam masa koreksi, lalu melanjutkan pergerakan sesuai dengan arah major trend (dalam hal ini saya mengacu pada TF Daily).

Kesimpulan sementara yang dapat saya ambil adalah dalam masa koreksi (berawal dari titik terendah menuju ke atas untuk down trend), harga akan berhenti sementara di titik/garis 23.6% pada indikator Fibo, lalu melanjutkan perjalanannya menuju titik/garis 50%.

Dari titik/garis 50% ini harga akan berhenti sementara dan berusaha untuk melanjutkan perjalanannya menuju 61.8% atau bahkan 100%.

Dalam waktu satu minggu terakhir terlihat bahwa koreksi/retracement selalu berakhir pada titik/garis 50% dan melanjutkan perjalanannya sesuai dengan major trend (Teori Price Movement Range). Pada titik/garis inilah kita dapat melakukan pending order. Untuk target profit selanjutnya dapat dilihat dengan menggunakan TF Daily, Weekly atau bahkan Monthly (tergantung dari kekuatan trend yang bisa dilihat dengan menggunakan indikator lain).

Apakah dalam waktu seminggu kedepan dan selanjutnya teori ini masih berlaku?

Kesimpulan ini masih bersifat sementara, karena masih perlu pembuktian diminggu-minggu berikutnya, karena didunia trading saya berprinsip bahwa benar sekali belum tentu selalu benar.

(*) Pemilihan TF 1 Hour, untuk mempercepat proses observasi

Thursday, August 28, 2008

Swinger, Day-trader atau Scalper?

Dalam sebuah forum/chat room sering saya dapati pertanyaan2 seperti:

- signal please
- trendnya apa nih?
- naik atau turun?
- naik/turunnya sampe berapa?
- kapan naiknya?
- kapan turunnya?

The Case
Seseorang menanyakan salah satu dari pertanyaan di atas. Lalu orang lain menjawab "turun" (misalnya). Setelah beberapa waktu kemudian ternyata harga berbalik arah menjadi naik. Akhirnya orang yang nanya tadi protes dan menyalahkan orang yang mengatakan bahwa harga akan turun. Akhirnya terjadilah keributan di room tersebut. Hajaaaaaaar... (Hehehe....)

The Problem
Masalah ini timbul karena anda belum menentukan diri anda sebagai trader dengan tipe apa? Swinger, Day-trader atau Scalper?

Jika anda sebagai day-trader lalu menanyakan trend atau pergerakan harga dalam sebuah forum/chat room, tentu pertanyaan itu berlaku pada waktu disaat anda menanyakan pertanyaan tersebut. Atau setidaknya beberapa jam kemudian.

Sementara jawaban yang diberikan adalah jawaban dari seorang Swinger, dimana jawaban tersebut berlaku untuk jangka waktu beberapa hari, beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan ke depan. Jadi, nggak salah kalau jawabannya adalah "turun", karena memang major trend (Daily, Weekly, Monthly) sedang turun.

Jelas aja gak nyambung :D

The Solution
1. Tanyakan kepada diri anda sendiri, tipe trader apakah anda?
2. Jika anda sudah menentukan tipe tersebut, gunakan Time Frame (TF) sesuai dengan tipe anda
3. Dengan indikator andalan anda, lihatlah pergerakan harga yang ada di TF yang anda gunakan.
4. Kalau anda termasuk tipe day-trader, jangan lupa untuk tetap mengacu pada trend di TF yang lebih besar. Karena disaat major trend sedang turun, pergerakan harga naik hanya merupakan koreksi, jadi jangan terlalu berharap untuk bisa mendapatkan banyak pips dalam 1 transaksi. Selebihnya anda dapat melakukan transaksi sesuai dengan major trend.
5. Untuk lebih amannya, sebagai day-trader akan lebih baik kalau anda hanya melakukan transaksi sesuai dengan major trend (satu arah). Jangan melakukan transaksi disaat harga dalam keadaan koreksi. Disinilah peranan indikator Fibonacci (dalam hal ini, sayapun masih dalam tahap belajar). Dengan penggunaan Fibonacci yang benar dan tepat, anda dapat menentukan kapan masa koreksi/konsolidasi berakhir dan harga kembali ke major trend. Anda dapat menggunakan pending order, sehingga anda tidak harus menunggu untuk melakukan transaksi(*).
6. Biasakan untuk menggunakan TF sesuai dengan type anda sebagai trader. Jangan menggunakan lebih dari 2 TF, karena itu hanya akan membuat anda semakin bingung menentukan arah pergerakan harga disaat anda mau melakukan transaksi.

(*) Perlu dicatat bahwa indikator hanyalah indikator, indikator digerakkan oleh harga. Bukan sebaliknya. Benar sekali belum tentu benar selamanya.

Dengan membiasakan diri menggunakan TF sesuai tipe anda, anda akan dapat melihat kemana harga bergerak, sehingga anda tidak perlu lagi menanyakan signal ataupun pertanyaan2 lain seperti diatas. Jangan pedulikan signal2 yang bertebaran dimana-mana, karena itu hanya akan membuat anda semakin tergantung dengan analisa orang lain (yang belum tentu benar) dan tidak akan menjadikan anda sebagai seorang trader (yang sebenar-benarnya).

Kecuali anda hanya iseng melakukan trading.
You decide it.

Good Luck!

Saturday, August 23, 2008

Fibonacci

Semenjak teman saya menganjurkan untuk menggunakan indikator Fibonacci bulan Februari 2008 lalu, butuh waktu cukup lama bagi saya untuk dapat menggunakannya dengan benar. Sempat frustrasi dan gak mau menggunakan indikator tersebut.

Apa itu Fibonacci kurang lebih saya tahu, fungsinya untuk apa-pun saya tahu, tapi satu hal yang paling membingungkan adalah menempatkan/menarik titik 0 dan 100. Apa yang menjadi patokan high/low-nya? Karena setiap saya tarik fibonacci lalu saya bandingkan dengan teman-teman yang lain, hasilnya selalu beda. Perbedaan hasil tersebut dikarenakan penempatan titik 0 dan 100 yang berbeda. Lalu bagaimana kita bisa menghasilkan penghitungan yang akurat kalau setiap orang berbeda hasilnya? Bagaimana kita dapat menentukan titik high/low-nya? Dengan chart yang sama, seharusnya penghitungannya menghasilkan hasil yang sama (IMHO, maklum nubi).

Karena penasaran (saya tahu bahwa indikator ini merupakan indikator yang ampuh untuk menentukan Support/Resistance dan banyak digunakan oleh profesional trader dunia), maka saya terus mencoba dan mencoba lagi....

Sampai akhirnya.... beberapa hari terakhir ini, tanpa sengaja saya menemukan cara untuk menggunakan Fibonacci tanpa harus bingung lagi menentukan high/low yang akan kita jadikan patokan, dan setelah saya check, double check and re-check, hasilnya sering sama persis dengan teman-teman yang lain, kalaupun beda hanya 1-2 pips. Gak cuman itu, saya jadi lebih PD (mudah2an gak ke-PD-an) dalam menentukan open position, sejauh mana harga akan bergerak, kapan harga berbalik arah, sejauh mana berbalik arah, atau memang sudah sampai titik reversal.

Memang... tidak selalu benar, karena indikator hanyalah indikator, indikator bergerak sesuai dengan pergerakan harga. Bukan sebaliknya.

Bagaimana caranya? Hmmm.... sementara masih rahasia.... :D (sok tahu banget ya gue?!)

Untuk beberapa waktu kedepan saya masih akan melakukan test dengan cara saya ini, dengan menggunakan quantity yang lebih kecil sehingga kalaupun meleset gak rugi banyak, kalaupun untung tapi dikit, ya alhmadulilah.... disamping margin nambah, berarti terbukti emang cara saya benar.

Mudah2an... :)

* Artikel ini bersambung ke http://anardfx.blogspot.com/2008/08/its-fun-its-fibonacci-pt-ii.html

Sunday, July 27, 2008

Forex Trend Following

Big Profits are Made Trend Following the Currencies

How To Get Your Share!
If you are a Forex Trader than you need to liquidate losing trades quickly and run profitable trades to pile up big long term profits. Many traders don’t know how to do this and this section will give you some basics to follow and advantages and disadvantages of various methods.
Forex trend following can be done in various different ways and here we will examine the merits of each and how they can bring you currency trading success.

Day Trading
More novice traders try to catch trends in daily time frames than any other method however, this method of trend following is doomed to failure.

Fact: The data within a day is totally unreliable and support and resistance levels are meaningless. Volatility can and does, take prices anywhere and all daily movements are random.
You can’t get the odds in your favour and you can’t win – PERIOD
There are countless millions of traders, trading trillions of dollars daily and it’s laughable to think that you can trade in such a short term time frame and win.

So why do so many traders try it?
Well, it’s a good story and many vendors appeal to the greed and naivety of investors and try and sell them forex trading systems or courses, but they don’t trade them! They make money from selling their product - they win by selling their product and the trader loses in the market.

Don’t fall for the myth of Forex day trading!

Advantages: None!

Keep in mind: You are guaranteed to lose, as you can never get the odds in your favour.

Swing Trading
Swing trading is perhaps the easiest way for novice forex traders to learn a Forex trading system. The aim is to catch reactions in major trends which normally last a few days to a week.
Swing trading has the advantage of there are plenty of trades to go for and you know if you are right or wrong quickly. Forex swing trading is easy psychologically, as you have obvious stop levels, small loses and profits are generally banked quickly.

The key to successful swing trading is to spot valid areas of support and resistance and then use momentum indicators, to execute trading signals in line with shifts in price momentum. For example, traders would wait for a test of support and for price momentum to turn up away from support and then trade to the long side.

The key with swing trading is always to CONFIRM With momentum indicators - before executing a trading signal.

EVER simply hope a level will hold or try and predict as you will lose.

Advantages: Easy to learn, its fun, there are lots of trades, it can be very profitable and it’s easy psychologically.

Keep In Mind: Make sure you don’t just guess or hope with swing trading and you use momentum indicators to confirm your trading signals.

Long Term Trend Following
The most lucrative form of trading and also the toughest way to trade.
If you look at Forex trends you will very often see trends that last for months or even years yet, very few traders have the mental discipline to hold these trends and milk them for all they’re worth.

Forex trend following requires patience, to wait for and enter these trends when the risk/ reward is at its best and then have the mental discipline to follow them.

Why is it so hard to do?
Because most traders are not mentally prepared to accept big gains.
The above may sound odd - as surely all forex want big gains?
The answer is yes they do, but accepting them is another matter.
The problem is - if money is important to you (as it is to most traders) then counter trend moves, which eat into your open equity, can tempt you to bank a profit early.

Most traders get excited when they get a profit and the bigger it gets the more tempted they are to take it, before it gets away. As volatility eats into open equity the temptation becomes too great for most traders and they bank early.

They end up taking an average profit or mediocre one, when they could have had a huge one.
If you are long term trend following you need the courage of your conviction and tremendous mental discipline to ignore counter trend swings and keep your eyes on the bigger prize.
Forex trend following is tough mentally but the rewards are immense, if it is done correctly and you have the right mindset.

Advantages: You can make huge profits!

Keep in mind: You need to be patient when timing entry levels and you also need to be able to psychologically handle short term severe dips in open equity. You need to keep your eyes focused on the end prize - not the short term swings against you. It’s not easy to do but very lucrative.

New Trends & Turning Points
It is the dream of most traders to be able to catch important market tops and bottoms.
Catching these turning points offers low risk and high rewards, as you are in at the stat of a new trend and these turning points normally see profits piled up quickly.

Catching turning points is satisfying, very profitable and its not has hard to do as many traders think. If you use sentiment tools such as % bullish and Net Traders Positions, you will with a little practice, be able to spot these turning points forming. Then you can time entry with on your forex charts.

The key is to WAIT for clear confirmation of a trend change - before getting on board.

These moves don’t come around very often but if you look out for them, they will give you some great profits coupled with low risk.

Advantages: Great risk to reward, it’s a lot easier to do than many traders think and it gets you in at the start of big trends which, normally see big profits emerge quickly.

Keep in mind: You need to be careful in timing your entry and enter at the right time furthermore; these trades only come around a few times a year, so you have to be patient and wait for the right opportunities

Final words
You can make money with all the above methods of trend following (except day trading) and the method of Forex trend following you choose is down to personal preference.
You can focus on one of the above - or combine all of them together in your forex trading strategy and seek big profits in the worlds most lucrative and exciting investment market.

Good luck!

Source: http://www.learncurrencytradingonline.com

Monday, July 21, 2008

Currency Swing Trading - A Simple Profitable Swing Trading System For Novices

By: Monica Hendrix


Currency swing trading is easy to learn and can be very profitable. Here we will look at how to put together a currency swing trading system which can help you build big consistent gains, even if you have never traded before.

Why is swing trading so good for novice currency traders?
The answer is - it requires less discipline than long term trend following. You get lots of trades and profits and losses are banked quickly; this suits the trader who isn't patient or lacks the discipline to sit on trades for a long time.

What exactly is currency swing trading?
Swing trading takes advantage of over bought and oversold levels within the major trends and you swing trade between these levels of support and resistance. Trades typically last a few days to a week.

Let's now look at this great way of trading and how to incorporate it in your forex trading strategy.

How to swing trade correctly
With swing trading you need to look at price momentum and determine if support or resistance levels will hold. For example, if a price comes to support you wait to see if it will hold and then take a long position and bank it before it hits resistance.

You have to determine if levels will hold and here it is important to determine if price momentum is turning up above support - this is when you want to execute your trading signal. For this you need to use some momentum oscillators.

If you don't know what they are they are leading indicators that simply tell you the velocity and momentum of price.

Great Swing Trading IndicatorsTwo great ones for swing traders are the Relative Strength Index (RSI) and the stochastic indicator. We use these in our swing trading strategy to execute our trading signals and it works very well. There both visual indicators and you can spot set ups instantly - there explained more fully in our other articles so look them up.

Stop Levels
When you execute a trading signal you simply put the stop behind the level you're bouncing off and then take your profit as you come into resistance for your trade.

Profit Taking
In swing trading your aim is not to hang on to the trade and trail a stop but to have a profit target and bank it - hang on to long in swing trading and your profit will disappear.

Does the above sound simple? It is - but don't let that deceive you it works. I have been using a simple currency trading system based upon the above for 20 years and made a lot of money with it and you can to.

NEW! 2 X FREE ESSENTIAL TRADER PDFS & MUCH MORE!
For free 2 x trading Pdf's with 90 of pages of essential info on Forex Trading Education visit our website at: http://www.learncurrencytradingonline.com.
Article Source:
http://www.ArticleBiz.com

Wednesday, July 9, 2008

Sunday, July 6, 2008

Cut Your Loss and Let Your Profit Runs

Cut your loss and let your profit runs, kata-kata ini sering kita jumpai di setiap media untuk belajar forex (website, e-book, forum, dll.) yang maksudnya agar kita segera melakukan tindakan cut loss disaat pergerakan harga berbalik arah agar kerugian kita tidak semakin banyak dan melakukan open position baru sesuai dengan arah pergerakan harga agar dapat menutup kerugian dan mendapatkan keuntungan (switch).

Bagi type "technical trader", yang memang melakukan trading hanya berdasarkan indikator dan candlestick, hal ini sering terjadi. Disaat kita sedang menunggu pergerakan harga mencapai titik target profit yang sudah kita tentukan, tiba-tiba harga berbalik arah dan kita lihat profit yang sudah kita dapatkan semakin berkurang pips by pips, bahkan mendekati angka nol.

Dalam kondisi seperti inilah biasanya kita dihadapkan pada 2 pilihan yang tidak mudah. Di satu sisi kita berharap harga kembali sesuai dengan arah posisi kita agar profit kita lebih banyak (greed), tapi dilain sisi kita takut (fear) bahwa harga benar-benar berbalik arah dan profit yang sudah kita dapatkanpun berubah menjadi minus.

Cut loss atau let the profit runs?

Ada 3 hal yang dapat kita lakukan dalam kondisi seperti ini
1. Cut loss
2. Hedging / locking (memerlukan keahlian dan perhitungan yang matang)
3. No action

Sebelum melakukan cut loss, hedging, ataupun membiarkan posisi tetap terbuka, ada beberapa hal yang bisa anda pertimbangkan:
1. Cek indikator yang anda gunakan.
2. Seberapa kuat harga berbalik arah?
3. Apakah perubahan arah ini mampu merubah trend?
4. Apakah harga turun drastis justru untuk naik lebih tinggi lagi (Bullish) atau sebaliknya (Bearish)?
5. Seberapa kuat available margin kita menahan pergerakan harga?

Hal-hal tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan/analisa teknis sebelum kita memutuskan untuk mengambil tindakan, karena tidak jarang disaat kita sudah melakukan cut loss, ternyata harga kembali ke trend semula dan profit yang sudah kita peroleh dan seharusnya dapat kita pertahankan justru hilang, hanya karena kita tidak mempunyai pertimbangan/analisa teknis dan gegabah untuk melakukan cut loss.